Kamis, 28 Juli 2016

PROBLEM MAPEL TIK, MUHADJIR EFFENDI GENERASI MENDIKBUD KE-3 ?

Sebelumnya kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Anies Baswedan atas segala usaha dan upayanya dalam memajukan pendidikan di Indonesia dan selamat berkarya di bidang yang lainnya. Serta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, Prof. DR. Muhadjir Effendi selamat bertugas dan semoga dapat membawa perubahan dalam dunia pendidikan kearah yang lebih baik serta mampu menyelesaikan PR-PR dunia pendidikan sebelumnya yang masih belum terselesaikan.

Muhadjir Effendy Muhadjir Effendy adalah seorang tokoh pendidikan, yang oleh publik lebih dikenal sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan guru besar bidang sosiologi pendidikan di Universitas Negeri Malang (UM). Di samping itu, publik juga mengetahui Muhadjir sebagai seorang pengamat militer dan salah seorang wakil ketua di jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi Pendidikan dan Kebudayaan.

Salah satu PR terbesar bagi Prof. Muhadjir dalam kurun waktu masa bhakti 3 tahun kedepan adalah menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan mata pelajaran TIK demi Ketahanan Nasional dan Kemandirian Bangsa. Sudah saatnya pemerintah mengembalikan TIK/KKPI sebagai Mata Pelajaran tentunya dengan segala koreksi yang harus dilakukan dalam konten dan muatan mata pelajarannya. Kini Indonesia telah menandatangani kesepakatan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang akan diberlakukan 1 Januari 2016 yang lalu. Indonesia harus memiliki daya saing di segala bidang, termasuk bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Indonesia harus mampu menjadi negara Penghasil Teknologi bukan negara Pemakai Teknologi (konsumen teknologi) bahkan yang lebih “mengerikan” menjadi tujuan atau sasaran pasar teknologi dari negara-negara di ASEAN atau ASIA bahkan Amerika dan Dunia.

Amerika, Inggris, Belanda, Jepang, Korea, India, Singapura, Thailand, Philipine dan negara-negara lainnya
begitu peduli dengan kemandirian dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Sains. Mereka telah mengadaptasi Computer Sains sebagi bagian dari STEAM-CS kedalam struktur kurikulum pendidikan mereka dimulai dari jenjang pendidikan dasar (SD). Bagaimana dengan Indonesia ? Di negara kita, mata pelajaran TIK/KKPI turun derajatnya menjadi bentuk Bimbingan/Layanan yang sifatnya OPTIONAL untuk dilaksanakan. Lantas bagaimana bisa mengadaptasi Computer Sains ?

Saat ini Computer Science (TIK terbarukan) sebagai mata pelajaran khusus memang telah menjadi Trend Pendidkan Global di hampir seluruh negara maju di dunia. Kita mendorong pemerintah mengadaptasi Computer Science bukan karena telah menjadi Trend bukan pula untuk menciptakan para programmer handal, akan tapi kita harus SEGERA mengadaptasi Computer Science untuk KEPENTINGAN NASIONAL, kepentingan bangsa dan negara kita untuk bisa menghasilkan SDM yang unggul dan tangguh dalam menghadapi persaingan global dimana Computer Science merupakan salah satu basic skill baru untuk bisa bersaing di era global.

Presiden Amerika, Obama sampai berujar di blog resmi Gedung Putih (Whitehouse) (https://www.whitehouse.gov/blog/2016/01/30/computer-science-all) "Computer Science for All is the President’s bold new initiative to empower all American students from kindergarten through high school to learn computer science and be equipped with the computational thinking skills they need to be creators in the digital economy, not just consumers, and to be active citizens in our technology-driven world. Our economy is rapidly shifting, and both educators and business leaders are increasingly recognizing that computer science (CS) is a “new basic” skill necessary for economic opportunity and social mobility." Obama juga berujar "In the coming years, we should build on that progress, by … offering every student the hands-on computer science and math classes that make them job-ready on day one."

Kita guru-guru TIK dan seluruh anak bangsa berharap besar Prof. Muhadjir bisa lebih bijaksana dan revolusioner dalam menyikapi permasalahan ini. Dan dapat mewujudkan keinginan pemerintahan Jokowi-JK agar Indonesia menjadi negara yang mandiri dan negara yang paling berpengaruh di Asia-Pasifik serta menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia melalui pendidikan dan pembelajaran TIK terbarukan (TIK sebagai Mata Pelajaran).

Kurikulum 2013 sudah memasuki tahun ke-empat, yang artinya sudah ada satu jenjang generasi muda kita kehilangan "basic skill", bahkan saat ini kita benar-benar memasuki masa-masa Darurat TIK. Kita berharap Prof. Muhadjir dapat mengembalikan dan melanjutkan TIK sebagai mata pelajaran seperti yang pernah dirancang oleh kolega beliau yakni Prof. Malik Fadjar dan Prof. Bambang Sudibyo selaku Mendikbud dimana TIK dilahirkan sekaligus kolega beliau di PP Muhammadiyah. Aamiin.

Sabtu, 16 Juli 2016

Bagi sekolah atau perguruan tinggi yang ingin migrasi ke Google Apps for Education (GAFE) silahkan anda menyimak video berikut (1-4) secara berurutan dan mengikuti tahapan dari video berikut ini. Tema kali ini adalah Classroom Infection :  The Power of Google Forms in Classroom (Survey, Penilaian, Quiz, MobileApps, Learning Material, dan lain sebagainya)

1. Introduction GAFE = https://www.youtube.com/watch?v=JvXu-OSoEdQ
2. Registrasi GAFE = https://www.youtube.com/watch?v=_jJ6ne6varE
3. Verifikaction GAFE = https://www.youtube.com/watch?v=LRIrjtHSILk
4. Full GAFE / Gone Google = https://youtu.be/1oVc4q6cPcU
5. Hangout on Air GAFE 1 = https://youtu.be/VobD-3Oq4Dg
6. Hangout on Air GAFE 2 = https://youtu.be/S1uf1P3DmhM
#GEGKaltim #GEGIndonesia #GoogleApps #Education #GoneGoogle #GoogleIndonesia




Jumat, 15 Juli 2016

MEMAHAMKAN YANG MERASA FAHAM PERMEN 68 & 45 ?

Saya kembali tergelitik untuk menuliskan kembali pembahasan mengenai implikasi Permen 68 tahun 2014 dan Permen 45 tahun 2015 mengingat konon katanya masih banyak guru-guru TIK/KKPI yang belum memahami permen-permen tersebut sehingga perlu disosialisasikan kembali,  hal tersebut dikatakan oleh para pembuat permen tersebut termasuk para "pendesiminasinya". Siapakah yang faham ? dan Siapakah yang perlu difahamkan ? Jangan-jangan para instruktur Bimbingan TIK tersebutlah yang harus difahamkan ? Yakinlah guru TIK/KKPI itu semua sudah sarjana dan pada pinter-pinter jika hanya untuk memahami makna dan tujuan lahirnya permen tersebut.

Pertama; Sejak diterbitkannya PP 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai Perubahan atas PP 19 Tahun 2005 tentang SNP maka di bumi Indoensia tidak ada lagi mengenal nomengklatur Mata Pelajaraan TIK/KKPI, artinya mata pelajaran tersebut telah dihapuskan. Sehingga jika ada yang mengatakan Mata Pelajaran TIK di SMA diganti Bimbingan TIK atau Mata Pelajaran KKPI di SMK diganti dengan Simulasi Digital adalah sebuah kesalahan besar.

Kedua ; Untuk menyikapi implikasi PP 32 Tahun 2013 maka terbitlah Permen 68 yang sifatnya sementara, mengapa sementara karena semangat permen ini hanya untuk memberikan peran sementara terhadap guru TIK / KKPI sesuai dengan judul permen yakni "Peran Guru TIK/KKPI dalam Implementasi Kurikulum 2013" karena Mata Pelajarannya dihapuskan. Peran Guru TIK di SMA menjadi Guru Bimbingan TIK dengan Tugas membimbing dan memfasilitasi Siswa, Guru, dan Tenaga Kependidikan (TU) begitupula Peran Guru KKPI menjadi Guru Bimbingan TIK dengan Tugas membimbing dan memfasilitasi Siswa, Guru, dan Tenaga Kependidikan (TU). 

Ketiga ; Peran guru TIK/KKPI dalam kurikulum 2013 tersebut tidak berjalan dengan baik karena dibuat tidak terencana dengan baik karena tidak melibatkan organisasi profesi TIK/KKPI yang ada, tidak melibatkan para akademisi dan tidak dilakukan dengan kajian yang komfrehensif dan mendalam. Disisi lain Peran Guru TIK / KKPI yang baru dalam permen tersebut tidak sesuai dengan UU Guru dan Dosen serta PP 74 tentang Guru dimana hanya dikenal Tiga jenis Guru yakni (1)Guru Kelas, (2)Guru Mata Pelajaran dan (3)Guru Bimbingan Konseling. Permasalahan berikutnya adalah bahwa Objek pembelajaran seorang guru adalah Peserta Didik (Siswa), bukan Guru dan bukan TU. Guru TIK/KKPI dan guru mata pelajaran lainnya dapat diminta membimbing / memfasilitasi Guru / Tenaga Kependidikan dalam wadah workshop/diklat atau sejenisnya.

Keempat : Ada pula yang mengatakan bahwa Permen 45 adalah Pengganti Permen 68 ! Dan orang yang mengatakan seperti itupun harus belajar hukum lagi dengan teman-teman balitbang AGTIFINDO tidak perlu belajar ke Ahli Hukum. Permen 45 adalah Permen Perubahan atas Permen 68 dimana yang berubah hanya sebagian pasal atau ayat yang sudah tidak sesuai. Sehingga Permen 68 juga masih berlaku. Sama halnya PP 32 Tidak "MENGHAPUS" PP 19, akan tetapi PP 32 hanya menghapus atau merubah sebagian dari pasal/ayat yang sudah tidak sesuai. Jadi yang beragumen seperti itu harap membaca dan belajar lagi.

Kelima ; Bimbingan yang dimaksud pada Permen 68 dan Permen 45 sifatnya OPTIONAL, artinya sekolah dapat memilih (1)Bimbingan Klasikal, memilih (2)Bimbingan Klasikal dan sekaligus Individual atau sekolah hanya memilih (3)Bimbingan Individual murni. (jika para desiminator dan eksekutor permen 68 dan 45 saja tidak memahami permen yang dibuatnya dan yang akan disosialisasikannya bagaimana mungkin bisa memahamkan guru-guru TIK/KKPI lainnya)

Keenam ; Ketika sekolah memilih OPSI ketiga yakni Individual Murni (dan ini banyak dipilih oleh sekolah yang ingin mengurangi beban jam TM dan mengurangi pengeluaran gaji guru), maka praktis semua program yang disusun akan berantakan. Guru persis akan seperti Dokter yang menunggui orang untuk berobat sementara orang tersebut merasa tidak pernah "merasa" sakit. Tulisan dan analisis mengenai OPTIONAL ini pernah saya tulis di link http://fathur.agtifindo.or.id/2016/01/analisis-keracunan-bimbingan-tik-k13.html

Ketujuh ; Andai dipilih klasikal sekalipun akan terbentur alokasi waktu / kapan dilakukan jam tatap mukanya ? Karena tidak ada didalam struktur kurikulum tentu akan dilakukan diluar jam pelajaran sekolah. Tentu ini tidak efektif dan akan mengeluarkan biaya ekstra bagi sekolah. Untuk menganalisis kebutuhan siswa saja, terlebih siswa baru tentu akan perlu waktu 1-2 kali pertemuan, lalu kapankan pembelajarannya ? dan yang lebih sulit lagi adalah kapan evaluasi/penilaiannya ?

Kedelapan ; Ada yang berupaya menyusun silabus untuk Bimbingan TIK dan hal inipun tampak aneh karena bagaimana mungkin bisa diimplementasikan jika Opsi individual yang dipilih, Andai Klasikalpun opsinya, apa mungkin bisa tercapai dalam waktu 5 kali pertemuan ?  Apalagi jika ingin mencapai target untuk menciptakan bibit-bibit unggul Olimpiade Sains bidang KOmputer ?

Kesembilan ; Banyak yang mengatakan bahwa Bimbingan TIK sebenarnya sangat baik terlebih menurut mereka yang bermazhab BIM-TIK Murni. Konsep Bimbingan TIK yang ada di Permen 68 dan Permen 45 merupakan tugas dan beban berat bagi guru TIK yang bukan tugas dan kewajibannya. Tugas membimbing dan memfasilitasi peserta GURU dalam pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran serta membimbing dan memfasilitasi TU/Tenaga Kependidikan dalam pengadministrasian kegiatan sekolah yang berbasis TIK adalah Tugasnya Dirjen GTK yang dibebankan ke Guru TIK/KKPI. Celakanya lagi pembebanan tersebut tidak diikuti oleh penghargaan terhadap Guru-Guru tersebut karena tidak diakui Jam nya didalam permen 68 dan 45. Mestinya LPTK harus mencetak Guru-Guru Mata Pelajaran yang telah terampil menggunakan TIK dalam proses pembelajaran sehingga beban tersebut tidak tertumpu pada Guru TIK/KKPI. Konsep Bimbingan TIK dan Integratifnya TIK kedalam semua mata pelajaran yang ada di luar Indoenesia sangat berbeda dengan konsep permen 45 dan 68. Berdasarkan data penelitian yang dilakukan AGTIFINDO konsep tersebut memang ada dibeberapa negara, namun mereka disamping meng-Integratifkan TIK kesemua mata pelajaran juga mengajarkan TIK (Komputer Sains) sebagai sebuah disiplin ilmu pengetahuan.

Kesepuluh ; Akhirnya Bimbingan TIK (sesuai permen 68 dan 45) tidak layak lagi dilaksanakan apalagi di sosialisasikan, karena hanya akan membuang waktu, tenaga dan biaya. Akan lebih baik dan bermanfaat jika waktu, tenaga dan biaya tersebut dialihkan untuk mempersiapkan lahirnya Mata Pelajaran Komputer Sains untuk masa depan generasi bangsa serta ketahanan dan kedaulatan nasional di bidang TIK. Janganlah mengulang kesalahan atau menutupi kesalahan dengan membuat kesalahan yang baru lagi.

Bergabunglah dengan AGTIFINDO, tidak ada kata terlambat... karena tidak ada hukumnya bagi yang melakukan kesalahan karena dia tidak mengetahui jika itu salah.

To be continued....

BUKU PANDUAN MODA DARING PESERTA GURU PEMBELAJAR

Saat ini hampir sebagian besar rekan-rekan guru sudah mengetahui bahkan memegang Raport Hasil UKG-nya masing-maasing yang telah dilaksanakan tahun 2015 yang lalu. Jika anda melihat hasil raport yang terdapat di portal "gurupembelajar.id" dengan hasil raport yang diberikan oleh dinas pendidikan akan terdapat sedikit perbedaan karena raport pada portal guru pembelajar merupakan rerata sedangkan yang diberikan oleh dinas pendidikan lebih detailed/lengkap. Sehingga jangan terkejut ketika anda melihat raport di portal hanya 1 modul merah, sedangkan ketika melihat raport lengkap dari dinas terdapat beberapa komputensi merah disetiap modul.

Memang ada beberapa hal yang masih menjadi tanya besar dikalangan guru-guru mengenai metode dan pola konversi nilai UKG tahun 2015 yang jika dibandingkan antara 1 daerah dengan daerah lainnya tampak sedikit berbeda, bahkan ada yang tidak dilakukan konversi ? Entahlah, hanya para pengambil kebijakanlah yang punya kompetensi untuk menjawab hal tersebut.

Saat ini kita tidak akan membahas hal tersebut, karena saya akan berbagi mengenai Buku Panduan bagi Peserta untuk Pembelajaran Daring. Buku Manual bagi Peserta ini dimaksudkan untuk mendukung “Guru Pembelajar Moda Daring” guna meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di bidangnya. Mungkin banyak dari anda bertanya-tanya, apakah yang harus dilakukan pasca anda mengetahui dan menerima hasil raport UKG 2015. Jawabannya adalah membaca buku panduan, dan salah satunya adalah buku panduan moda daring ini dimana kemungkinan besar anda akan ikut dalam kelas yang dikelola secara daring.

Guru Pembelajar Moda daring ini terdiri dari 3 (tiga) model yaitu GP Moda Daring Penuh-Model 1, GP Moda Daring Penuh-Model 2, dan GP Moda Daring Kombinasi. GP Moda Daring Penuh-Model 1 hanya melibatkan pengampu dan guru sebagai peserta. Selama proses pembelajaran, peserta dibimbing dan difasilitasi secara daring oleh pengampu. GP Moda Daring Penuh-Model 2 melibatkan pengampu, mentor, dan peserta. GP moda daring model ini menggabungkan interaksi antara peserta dengan mentor dan atau pengampu, yang hanya dilakukan secara daring. Sedangkan pada moda kombinasi ini, peserta melakukan interaksi belajar secara daring dan tatap muka. Interaksi belajar secara daring dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan pembelajaran yang telah disiapkan secara elektronik, dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, sedangkan interaksi tatap muka dilaksanakan bersamaan dengan peserta GP lainnya di pusat belajar (PB) yang telah ditetapkan sesuai dengan SK Penetapan KKG dan difasilitasi oleh seorang mentor.

Buku manual ini memberikan gambaran rinci tentang teknis penggunaan moda untuk Guru Pembelajar (GP) dengan menggunakan moda daring (dalam jaringan). Buku manual GP moda daring ini disusun sebagai pegangan bagi peserta, mentor, dan pengampu dalam melaksanakan dan menjamin serta meningkatkan mutu program GP moda daring. Buku manual ini memuat penjelasan secara detail tentang pelaksanaan kegiatan-kegiatan dalam GP moda daring sesuai dengan petunjuk
pelaksanaan GP secara umum.

Adapun link Buku Panduan Moda Daring Bagi Peserta (Klik Disini)

NAPAKTILAS 2 TAHUN AGTIFINDO.ORG ! (4 Juli 2014 - 4 Juli 2016)

Dua tahun yang lalu, beberapa hari pasca ditandatangani dan terbitnya Permen 68 terbentuklah agtifindo.org sebagai bentuk PROTES tidak amanahnya AGTIKKNAS dalam mengemban amanah Rakernas AGTIKKNAS di Wisma Handayani 26-27 Mei 2014 (http://agtifindo.org/content/sejarah)

Kini dua tahun sudah berlalu, masih banyak PR kita yang belum terlaksana, masih banyak impian kita yang belum terwujud hingga menjelang akhir masa jabatan ini, kami ucapkan terimakasih kepada para pengurus, anggota dan simpatisan agtifindo atas dedikasinya selama ini, curah keringatnya, sumbang fikirannya, usaha, dana dan do'anya... hanya Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa yang dapat membalas jasa-jasa anda semua. 

Sepertinya saat ini, Indonesia perlu figur-figur seperti Hadi Partovi yang dapat meyakinkan Presiden Barack Obama dengan Visinya bahwa setiap siswa di setiap sekolah harus memiliki kesempatan untuk belajar Computer Science (Ilmu komputer/TIK Terbarukan). Dia percaya Computer Science (Ilmu komputer/TIK Terbarukan) harus menjadi bagian dari kurikulum inti, di samping pelajaran lain seperti biologi, kimia atau aljabar. #ISTE2016  

Presiden Obama berujar di blog resmi Gedung Putih (Whitehouse) (https://www.whitehouse.gov/blog/2016/01/30/computer-science-all) "Computer Science for All is the President’s bold new initiative to empower all American students from kindergarten through high school to learn computer science and be equipped with the computational thinking skills they need to be creators in the digital economy, not just consumers, and to be active citizens in our technology-driven world. Our economy is rapidly shifting, and both educators and business leaders are increasingly recognizing that computer science (CS) is a “new basic” skill necessary for economic opportunity and social mobility." Obama juga berujar "In the coming years, we should build on that progress, by … offering every student the hands-on computer science and math classes that make them job-ready on day one." 

Sosok Hadi Partovi yang bisa meyakinkan Obama tersebut sebenarnya ada dalam diri Srikandi agtifindo Siti Khodijah Dewi Utari, ada dalam diri Saudaraku Alesha Asel, Oman Abdurrohman, Jojo Branded, Bang Choi, Duta Irian, Catur Yoga Meiningdias, Mas Yoedi, Syaripudin, FX. Eko Budi Kristanto, Slamet Supriyanto, Harly Umboh, Rahmad L, Tommy Jo dan ada didalam diri kerabat kami Onno W. Purbo, Indra Charismiadji, Budi Prasetya, Wijaya Kusumah, Tri Budi Harjo, Bambang Susetyantoyes, Anton Wijaya, Agus Book, Nilam Rahmawan, Toto Hutomo, Yohan Adi S , Sukari Darno, Budi Oeding, Didik Amoe, Cak Ali Mas Tamam, Suyudi Suhartono, Anim Hadi Susanto, Andri Pradhana serta jutaan pendekar TIK lainnya yang tidak sempat saya sebutkan satu-persatu.... 

ANDA semua adalah Hadi Partovinya Indonesia yang kami yakin dapat meyakinkan Pimpinan Republik ini akan masa depan generasi Indonesia terpapar TIK Terbarukan (Computer Science), masa depan keamanan dan ketahanan nasional Indonesia dan masa depan Bangsa dan Negara Indonesia .... Kita harus segera keluar dari label 'Negara KONSUMEN TIK terbesar di dunia...' ! TIK & KKPI Terbarukan merupakan pilihan terbaik bagi kita, saat ini dan untuk bangsa serta negara ini ! Kita mulai dari sekarang, karena generasi ini tidak bisa menunggu kebijakan yang berpihak pada masa depan mereka.

#savetik #save4tik #IntelVisionaries #ISTE2016 #agtifindo #kogtik #computerscience #TIK #Kurikulum2013 #GuruPembelajar

Rabu, 13 Juli 2016

Teacher Apps - Oleh-oleh dari Denver-USA

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai kegiatan Intel Education Visioneries Annual Event 2016 pada tanggal 23 - 26 Juni 2016 dan International Society for Technology in Education (ISTE.ORG) yang berlangsung pada 26-29 Juni 2016 dan kedua event tersebut berlangsung di kota Denver, Colorado, Amerika Serikat. Ini adalah kali kedua saya mengunjungi USA atas undangan dan pembiayaan dari Intel Education sebagai bagian dari member Intel Education Visionaries program Thanks Intel Education (Intel Co.), Elizabeth dan Intel Indonesia.

Kali kedua saya berangkat ke Amerika ini begitu special karena saya kembali dipercaya untuk ikut andil dan terlibat dalam dua kegiatan besar dunia yakni Intel Education Visionaries dan ISTE, dan kegiatan ini semakin special karena tahun ini pengajuan Visa saya di kedubes Amerika di Jakarta disetujui untuk masa berlaku 5 tahun (Visa sebelumnya hanya 1 bulan), selanjutnya yang membuat semakin special tahun ini meskipun masih tetap sendiri mewakili Indonesia namun dalam perjalanan transit penerbangan dari Narita-Tokyo menuju Denver-Colorado saya ditemani Visionaries 2015 dari Asia yakni Mr.Chankyu Park (Korea Selatan), Supharat N. (Thailand) dan Kaori Maeda (Jepang) sehingga penerbangan selama lebih kurang 11 jam tersebut serasa menyenangkan. Dan super specialnya adalah dapat merasakan Puasa Ramadhan di Amerika yang siangnya begitu panjang dimana cahaya matahari masih bisa terlihat pukul 9 malam waktu setempat dan sahurpun harus lebih awal pada pukul 2.30 karena pukul 5 pagi cahaya matahari juga sudah mulai menerangi kamarku di Westin Denver Hotel yang juga memiliki view yang sangat special dan konon katanya hanya 2 kamar yang memiliki view seperti itu dimana kita bisa melihat downtown, sunset, denver tower, city, sweemingpool, kebetulan receptionisnya dari Indoensia, thanks for Sweet Roomnya Miss Muthia.

Nah tentu teman-teman sudah tidak sabar menunggu oleh-oleh yang akan saya bagi bukan ? Pada postingan kali ini saya ingin berbagi mengenai beberapa aplikasi yang paling disukai oleh para guru-guru (Intel Visionaries) dari berbagai belahan dunia yang mereka gunakan dalam proses pembelajaran di kelas. Beberapa aplikasi tersebut mungkin sudah tidak asing lagi bagi teman-teman guru di Indonesia namun tidak ada salahnya saya bagikan disini karena tinjauan, sudut pandang penggunaan dan pemanfaatan aplikasi-aplikasi tersebut bisa saja berbeda dengan yang selama ini bapak/ibu guru gunakan di Indoensia.

Selamat menyimak dan mempelajarinya yah, maaf belum sempat dialih bahasakan :)