Selasa, 16 Juni 2015

OLIMPIADE TIK INDONESIA 2015

Seiring dengan perubahan Kurikulum 2013 yang sudah memasuki tahun ketiga diluncurkan, yang mana terjadi perubahan yang sangat besar dalam berbagai pola yang di terapkan setiap sekolah. Baik struktur kurikulum, pengadmistrasian, pola pengajaran, metode juga sistem penilaian. Tahun ini merupakan tahun yang mana semua sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke, secara menyeluruh harus menggunakan kurikulum 2013 secara bertahap. Ada hal yang berbeda dari kurikulum sebelumnya. 
Dalam kurikulum 2013, ada beberapa mata pelajaran yang dihilangkan dan dilebur dalam mata pelajaran lainnya, salah satunya adalah mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SD/MI, SMP/MTS dan SMA/MAN dan mata pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) di SMK/MAK.
Fenomena perubahan Kurkulum 2013 ini, telah memberi dampak yang begitu luas bagi masyarakat pendidikan di Indonesia, baik pada anak didik juga para guru. Hal ini disebabkan adanya perbedaan persepsi dalam menyikapi permasalah yang ada, sehingga terjadilah kegalauan massal pada guru TIK dan KKPI serta peserta didik.
AFTA 2015 memberi dampak ganda yaitu disamping membuka kesempatan kerjasama yang seluas-luasnya antar negara, juga membuka persaingan yang semakin ketat dan tajam di segala bidang pekerjaan. Hal ini sudah secara resmi di tanda tanganinya pesetujuan pasar bebas di beberapa negara dan dalam waktu dekat akan dibuktikan dengan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) yang akan di mulai pada bulan Februari 2015.
Untuk menghadapi tantangan tersebut diatas, maka Pemerintah Indonesia harus memperkuat daya saing dan keunggulan kompetitif di semua sektor dengan mengandalkan pada kualitas dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dengan penguasaan teknologi dan manajemen. Untuk itu seharusnya Pemerintah pada umumnya dan Lembaga Pendidikan atau Sekolah pada khususnya harus selalu berusaha menyiapkan para lulusannya menjadi tenaga kerja yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing.
Kegiatan Olimpiade TIK Indonesia (OTI) ini bertujuan untuk mengukur keterampilan dan kompetensi peserta didik dalam bidang teknologi informasi sekaligus menjadi stimulus bagi sekolah untuk mengembangkan kemampuan TIK peserta didik, tenaga pendidik serta tenaga kependidikan dalam berbagai aktifitasnya, terlebih lagi ketika TIK/KKPI sudah tidak masuk dalam struktur kurikulum dan tidak diajarkan lagi di sekolah secara klasikal sebagi sebuah ilmu pengetahuan.
AGTIFINDO berharap bahwa upaya yang dilakukan dari persiapan sampai pelaksanaan membuahkan hasil yang baik, dan dapat menjadi motivasi dan penguatan kemampuan TIK bagi peserta lomba pada khusunya dan peserta didik secara nasional dalam menghadapi persaingan global.
Alhamdulillah Olimpiade TIK (O-TIK) 2015 yang dirangkai dengan kegiatan Semiloka dengan tema "EDUCATION, LEARNING & ASSESMENT IN 21ST CENTURY" yang dilaksanakan di Hotel Pradana-Jakarta pada tanggal 12 hingga 14 Juni 2015 berlangsung dengan lancar dan sukses.
Olimpiade Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia (OTI) merupakan salah satu event lomba tahunan yang digelar oleh Asosiasi Guru Teknologi Informasi Indonesia (AGTIFINDO) dengan berbagai macam bidang lomba yang berkaitan dengan teknologi informasi.
Kami atas nama pengurus agtifindo mengucapkan ribuan terimakasih atas dukungan dan partisipasi teman-teman baik secara langsung maupun tidak langsung serta para sponsor atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga dilain waktu dan kesempatan kita bisa lebih maksimal. 
Dan dalam kesempatan ini juga sekaligus menyambut datangnya bulan suci ramadhan saya atas nama pribadi dan segenap pengurus dan anggota agtifindo mohon maaf jika dalam tutur kata dan perbuatan terdapat salah dan khilaf.  



















Reaksi: